Image

Admin 09 May 2023

KEISTIMEWAAN ORANGTUA SEBAGAI PENDIDIK PERTAMA DAN UTAMA

Penulis: Widya UP, Guru di SD Istiqamah Bandung

Bismillah.

Menjadi orang tua adalah sebuah anugerah sekaligus amanah yang diberikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-Nya yang terpilih. Sebuah proses yang ditempuh manusia untuk belajar menjadi dewasa, namun tak semua orang mendapatkan keistimewaan tersebut.

Firman Allah dalam Al-qur’an  surat Al-Isra' ayat 23: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” Al-qur’an memberikan kedudukan istimewa bagi orang tua, yaitu seorang anak diharuskan untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak.

Tidak hanya harus berbuat baik kepada ayah dan ibunya saja, namun seorang anak tidak boleh berkata “ah” apalagi sampai membentak orang tua. Bahkan ketika kita berusia lanjut, seorang anak harus merawat dengan penuh kasih sayang. Itulah sebagian tanda bakti soeorang anak kepada orang tua yang diperintahkan dalam Al-qur’an.

Tidak hanya masalah adab kepada orang tua saja, bahkan secara detail Allah memberikan keistimewaan kepada para orang tua dengan diperintahkannya anak-anak untuk mendoakan orang tuanya. Masih dalam Al-qur’an surat Al-Isra’ ayat 23, seorang anak harus senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang tuanya dengan penuh kasih sayang.

Masya Allah, sungguh luar biasa kedudukan orang tua dalam Islam. Allah telah memberikan keistimewaan dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh anaknya. Tiada yang lebih indah melebihi kasih sayang Allah dalam mengangkat kedudukan orang tua, seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an surat Al-Isra’ ayat 23.

Keistimewaan yang telah diberikan Allah kepada kita, hendaknya diwujudkan dengan rasa syukur atas amanah buah hati yang sampai hari ini masih dipercayakan untuk dirawat dan ditanamkan bibit-bibit kebaikan dalam hatinya.

Sudah menjadi kewajiban orang tua, dalam menunaikan hak-hak setiap anak sesuai masa perkembangannya. Termasuk di dalamnya hak anak untuk mendapat pendidikan yang pertama dan utama dari orang tua. Bagaimanapun anak adalah seorang peniru yang ulung, yang akan mencontoh apa yang kita lakukan. Bahkan tak jarang seorang anak akan lebih banyak meniru apa yang kita lakukan, daripada melakukan apa yang kita katakan.

Misalnya saja kita menasehati anak agar tidak minum sambil berdiri, namun ketika suatu saat anak kita melihat orang tuanya minum sambil berdiri. Maka yang akan dikatakan benar menurut anak adalah perbuatan kita, bukan perkataan kita. Jadi, sebuah nasihat akan menjadi sia-sia jika tidak terdapat teladan di dalamnya.

Keistimewaan sebagai orang tua tentu harus diimbangi dengan kepantasan kita menjadi seorang teladan bagi anak-anak kita. Meski jauh dari sempurna segala perbuatan kita dan pasti tidak akan bisa menyamai teladan terbaik sepanjang zaman, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Tetapi ikhtiar untuk terus memperbaiki diri sebagai orang tua akan menjadi penilaian di hadapan Allah. Terlebih ikhtiar yang kita lakukan juga sebagai bentuk pertanggung-jawaban kita di akhirat kelak.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam merupakan teladan orang tua sebagai pelindung dan sosok yang penuh kasih  terhadap anak-anak. Dalam sebuah hadits, Rasulullah berkata: "Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik kepada keluarga,".(HR. Imam At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Rasulullah selalu mengutamakan kelembutan dalam menyikapi kesalahan anak. Dengan demikian anak akan belajar cara bersikap ketika seseorang melakukan kesalahan. Rasulullah juga terbiasa mencium anak dengan penuh kasih sayang serta mendoakan kebaikan bagi mereka. Hal ini bisa kita contoh, bahwa penting mengisi ruang jasadiyah anak kita dengan sentuhan fisik dan ruhiyahnya dengan doa-doa.

Syaikh Khalid Ahmad Asy-Syantut, seorang ahli pendidikan dari Jeddah, mengatakan jika sebagian besar dunia anak dihabiskan bersama orang tua di rumah. Itulah mengapa kita –sebagai orang tua- semestinya terus berupaya optimal untuk memberikan contoh adab-adab terbaik kepada anak-anak kita dimulai dari rumah.

Saatnya mengembalikan peran istimewa orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama di rumah. Karena masa anak-anak hanya sampai anak-anak selesai di usia Sekolah Dasar. Hadirkan cinta kita kepada anak-anak secara utuh di rumah. Suburkan potensi fikriyahnya dengan kisah, perkuat akidahnya dengan ibadah, dan tunaikan hak jasadiyahnya tanpa lelah.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua. Wallahu ‘alam bishowwab.[UP]