Image

Admin 06 June 2023

GURU, DIGUGU DAN DITIRU

Penulis : Rahmiyati Yetti, SE., S.Pd.

Guru adalah figur bagi peserta didik. Guru adalah sosok idola bagi peserta didiknya. Seorang guru adalah suatu sosok yang akan digugu dan ditiru oleh peserta didiknya. Oleh karena itu apabila kita memilih menjadi seorang guru kita harus siap untuk menjadi seorang model bagi peserta didiknya. Dimana setiap prilaku dan ucapannya akan menjadi contoh bagi peserta didiknya. Jadi seorang guru haruslah sangat berhati hati dalam berucap dan bertindak karena apapun yang diucapkan atau apapun yang dilakukan bisa saja terekam dengan kuat dalam ingatan peserta didiknya.

Untuk menjadi seorang guru dibutuhkan nilai keikhlasan yang tinggi, seorang guru menjadi orang tua di sekolah, ibaratnya sebagai seorang ibu/bapak di rumah, maka seorang guru pun kurang lebih akan sama seperti itu, contoh kecilnya untuk anak SD kelas bawah, apabila ada masalah di sekolah maka guru kelasnya lah yang paling pertama ditemui untuk mengadukan masalahnya apakah itu masalah kesehatannya atau kah masalah keamanan dirinya misalnya sedang dijahili oleh temannya, nah sang guru inilah yang menjadi pelindungnya ibarat seperti orang tua pada anaknya sendiri.

Oleh karena itu untuk mendukung hal tersebut, maka seorang guru memang benar benar harus memiliki kompetensi. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru di antaranya adalah kompetensi kepribadian Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

Kompetensi kepribadian sendiri merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.

Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. (Ibnu fajar75.wordpress.com)

Berdasarkan hal tersebut, maka kita sebagai guru harus membentuk kepribadian kita sebagai pribadi yang tangguh, siap bekerja keras, dan mempunyai akhlak yang baik karena tugas berat nan mulia sedang kita emban. Banggalah menjadi seorang guru, pembangun jiwa dan pencipta kekuatan negara, seperti yang tertera dalam mars PGRI. Semangatlah terus dalam mendidik anak bangsa.